Pages

Tuesday, January 12, 2010

broken thought

sorry for my words
i just said what i was thinking about
sorry for being selfish
i just worried about my destiny
sorry for my tears
it's the only way to ensure that i really listening
sorry for being too honest
i could never hide anything on these eyes
sorry for my emotion
i am a woman, and it just happened
sorry for wasting your time
i wanted to be with you and something's broken

then the rains fell.

i know what it mean
i understand what is it about
i hold my own hand and smiled to pretend i was okay
i bite my teeth covering my fear and weakness
i turn back and try to stand still

a wrong decision from the start finally bring me to this place
i wanted to go back but i couldn't
i had been lying to myself for a long time
i knew i would regret this
it was just happened again
and i didn't feel the same anymore

God, please help me..

____________________________________________________________________________________
taken from ***r* ****y book :)

Thursday, January 7, 2010

Yang Tidak Bisa Diucapkan Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?


Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.


Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak Boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?


Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"


Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa


Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.


Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..









http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3028212


repost from : http://www.facebook.com/#/note.php?note_id=243963688960&ref=mf
dedicated to :

Sutopo Patria Jati, the greatest dad in the world.

Wednesday, January 6, 2010

The Ballad of the Losers

in this time, i won't write my own poem. but i'll translate an Indonesian poem taken from my brother's book, that named Balada Orang - Orang Kalah. enjoy this :)


The Ballad of the Losers

maybe we are just tired after centuries of debates
to see the tree and mountain fall down one by one
valley and river are full of stones
and the rain that is reluctant to come to the ground

maybe we are just tired after centuries of anger
to see the river and sea blackened because of spilled oil
the big fishing boat that continuously spread its net
forces away the fisherman's boats to the [shallow] coastal waters

maybe we are just tired, losing energy
to breath the smog from the cars that fills the air
the bad smell from scattered garbage
the clogged up ditch in all over the city

maybe we are just tired and almost giving up
to the law of the nature that has begun to change
maybe we are just tired because the rays from the fire starts to dim
blown by the strong wind without any barriers
maybe we are just tired because we are tired
all out of energy
all out of blood.

Monday, January 4, 2010

maturity


last night i talked to my dad about my willing to have something. he said that he wouldn't say yes or no to answer my question, but he would tell me what he need to tell and then i should decided it by myself. he said that he trust me, whatever i decided would be the best for me if i had thought well about my dad's words that night.
and i knew what it mean.
maybe maturity is the right word to describe it. and in this post i will share an idea about being mature.

The Oxford Dictionary defines the word "maturity" as "deliberateness of
action, mature consideration, due deliberation, fullness or perfection
of natural development, ripeness, due promptness, the state of being
complete, perfect, ready," etc.
well, i don't know. maybe it just the written explanation about maturity. if we look for the precise definition about it, we won't get that.
my idea about this word is quite wide. and so do my dad, as he told last night.
here they are.

MATURITY is...

not about age, but it's about having awareness, responsibility, emotional control, and understanding.

being responsible about what you have done and what will you do next.

being know how to do in an appropriate way.

considering something open-minded, by brain and heart.

capability to take a long-run view rather than act spontaneously.

capability to gather information before arriving at conclusions

and to stretch the mind to explore hidden possibilities and hidden potentialities.

having sense of perspective and skill to manage things inside it.

being wise and realistic in facing the problem.

and so on.
there might be many other definition about being mature. and all of them is true because the definition of something is based on your own perception. but the most important thing is not about understanding this word, but how to put it in our life.
okay, a little bit dizzy but interesting.
maybe our way to reach maturity is different for each other. i can't give you the sign or tips of being mature, because i still learn and look for that too.
maybe you can ask your parent, like i did. they know you well, trust me, they will show you the right and acceptable thing about maturity.

well, that's my point of view about maturity.

in short term, being mature is just acting like an adult, right ? we'll see ;)