
Friday, April 22, 2011
Thursday, April 21, 2011
Jujur
surat terbuka untuk yang merasa.
masih ingat ajaran guru TK dan SD kita?
satu kata, lima huruf.
sederhana, tapi mengandung berbagai macam sudut pandang.
dan garis batas.
jujur.
ingat saat anda belasan tahun lalu diajarkan oleh orang tua, guru TK dan SD
untuk selalu berperilaku jujur?
masih ingatkah rasanya waktu anda bohong pertama kali?
masih ingat rasa deg-degan saat anda menatap orang tua dan berbohong pertama kali?
masih ingat saat anda mencontek teman pertama kali?
saat anda iri pertama kali?
lalu maju beberapa tahun, SMA.
persepsi pertama melihat 3 huruf tersebut?
- masa pencarian jati diri.
- masa paling indah dalam hidup.
sma = beraksi. mencari kebebasan. mencari pengalaman.
mencoba hal baru.
lihat nilai kejujuran anda disini.
apa anda masih pamit orang tua kalau mau pergi?
apa anda masih bersedia membagi kejujuran di sekolah pada orang tua?
apa anda jujur pada diri sendiri?
pada orang lain? pada sahabat?
makin dewasa, makin blur kacamata untuk melihat batasan.
sudah belajar yang namanya white lie.
sudah pintar mencari alasan.
sudah dewasa. paham privasi.
pintar berbicara, pintar adaptasi, pintar menjaga perasaan orang.
pintar berperilaku.
kebohongan jadi hal yang lumrah.
kesalahan dianggap hal yang wajar.
kecurangan dianggap solidaritas.
kesalahpahaman diteruskan menjadi hal yang besar.
jujur = munafik.
menulis pesan = sok hebat.
apakah benar itu yang kalian dapat?
setelah sekian lama kalian hidup, mempelajari dan belajar hidup dengan orang lain
apakah dengan tidak sependapat kalian begitu terganggu ?
boleh saya jelaskan yang kami lihat?
teman,
yang pertama.
kami sampai di titik ini bukan hanya sim salabim lalu jadilah kemampuan ini.
kami bekerja. jauh lebih keras dari yang kalian tahu. jauh lebih kompleks dari yang kalian pedulikan.
kami memilih. kami memilih untuk bekerja. berpeluh, bersujud, bertahan atas godaan tidur di malam hari, di belakang punggung kalian.
kami sama seperti kalian. kami mulai dari titik yang sama seperti kalian. di bawah atap gedung formal yang sama dengan kalian.
yang kedua.
p = pelit.
teman, apakah kalian ingat tentang ajaran agama kalian?
berbantulah dalam kebaikan.
kami sangat bersedia untuk dimintai tolong, untuk membagi yang kami punya, untuk membantu kalian bersiap senjata.
namun itu sebelum perang, teman.
sebelum perang. perang menghadapi tanggung jawab diri kalian sendiri.
saat perang, tugas kami mendoakan, teman.
karena kami juga harus bertahan hidup.
bayangkan. bila kamu sudah berlatih menggolkan bola selama 4 bulan secara intensif mati-matian selama teman mu masih bersenang-senang. kamu bekerja keras memperebutkan kesempatan masuk klub nasional.
memang di klub mu kamu termasuk pemain paling handal. namun diluar sana banyak pemain yang lebih baik dari kamu, memperebutkan tiket masuk juga.
saat H - 2minggu, saat persiapanmu menuju titik klimaks, teman2mu panik ingin berusaha juga. kamu diminta untuk membantu. kamu sudah bantu sebisa kamu selama 2 minggu. hingga mengurangi jatah kamu untuk berlatih dan bersiap.
saat hari H seleksi, kamu dipaksa untuk mengoper bola ke teman-temanmu.
membagi bola ke setiap mereka yang kesulitan dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. atau kamu dianggap egois.
apa yang terjadi?
kamu tidak fokus.
kamu tidak maksimal.
usahamu yang 4 bulan,
target yang ingin kamu capai,
doa yang kamu panjatkan tiap malam,
puasa sunnah yang kamu usahakan,
akhirnya dikacaukan gara-gara teman-temanmu yang tidak siap dan menuntut kamu untuk memback up mereka sebagai tuntutan moral kalo kamu masih 'teman'.
kalau nanti kamu tidak terpilih,
mau marah ke siapa?
yang ketiga.
bocoran.
setelah kamu kerja keras selama 4 bulan lebih,
setiap tim hanya diambil 2 pemain.
kamu berusaha menjadi yang terbaik.
apa perasaanmu kalau ada temanmu sendiri mencurangimu.
membeli mahal-mahal lembar penilaian juri sebelum diujikan
sehingga dia tahu, aspek apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ia tampilkan sebagai jawaban dari tuntutan soal juri. ia berusaha sempurna sesuai aspek.
sementara kamu, mempelajari semua aspek mati-matian dan kadang di beberapa aspek belum sempurna.
rasanya gimana?
4 bulan usaha keras, pengabdian diri, kalah sama yang bagi-bagi kode via sms di pagi hari sebelum ujian?
apakah kamu masih bersedia dipanggil munafik?
apakah kamu masih bersedia disebut pelit dan egois?
apa kamu nggak berhak muncul sedikit EMOSI dalam situasi kaya gitu?
kami tidak mencela anda, teman.
tidak sama sekali.
kami hargai keputusan kalian.
kami terima cercaan kalian.
kita satu warga.
tolong lihat sudut pandang sebagai pemain disini, teman. jangan sebegitu dangkal kami diposisikan sebagai lawan yang harus kalian tentang.
kami telah introspeksi. dan tak segan kami minta maaf atas kelugasan yang kami beri.
salam hormat.
masih ingat ajaran guru TK dan SD kita?
satu kata, lima huruf.
sederhana, tapi mengandung berbagai macam sudut pandang.
dan garis batas.
jujur.
ingat saat anda belasan tahun lalu diajarkan oleh orang tua, guru TK dan SD
untuk selalu berperilaku jujur?
masih ingatkah rasanya waktu anda bohong pertama kali?
masih ingat rasa deg-degan saat anda menatap orang tua dan berbohong pertama kali?
masih ingat saat anda mencontek teman pertama kali?
saat anda iri pertama kali?
lalu maju beberapa tahun, SMA.
persepsi pertama melihat 3 huruf tersebut?
- masa pencarian jati diri.
- masa paling indah dalam hidup.
sma = beraksi. mencari kebebasan. mencari pengalaman.
mencoba hal baru.
lihat nilai kejujuran anda disini.
apa anda masih pamit orang tua kalau mau pergi?
apa anda masih bersedia membagi kejujuran di sekolah pada orang tua?
apa anda jujur pada diri sendiri?
pada orang lain? pada sahabat?
makin dewasa, makin blur kacamata untuk melihat batasan.
sudah belajar yang namanya white lie.
sudah pintar mencari alasan.
sudah dewasa. paham privasi.
pintar berbicara, pintar adaptasi, pintar menjaga perasaan orang.
pintar berperilaku.
kebohongan jadi hal yang lumrah.
kesalahan dianggap hal yang wajar.
kecurangan dianggap solidaritas.
kesalahpahaman diteruskan menjadi hal yang besar.
jujur = munafik.
menulis pesan = sok hebat.
apakah benar itu yang kalian dapat?
setelah sekian lama kalian hidup, mempelajari dan belajar hidup dengan orang lain
apakah dengan tidak sependapat kalian begitu terganggu ?
boleh saya jelaskan yang kami lihat?
teman,
yang pertama.
kami sampai di titik ini bukan hanya sim salabim lalu jadilah kemampuan ini.
kami bekerja. jauh lebih keras dari yang kalian tahu. jauh lebih kompleks dari yang kalian pedulikan.
kami memilih. kami memilih untuk bekerja. berpeluh, bersujud, bertahan atas godaan tidur di malam hari, di belakang punggung kalian.
kami sama seperti kalian. kami mulai dari titik yang sama seperti kalian. di bawah atap gedung formal yang sama dengan kalian.
yang kedua.
p = pelit.
teman, apakah kalian ingat tentang ajaran agama kalian?
berbantulah dalam kebaikan.
kami sangat bersedia untuk dimintai tolong, untuk membagi yang kami punya, untuk membantu kalian bersiap senjata.
namun itu sebelum perang, teman.
sebelum perang. perang menghadapi tanggung jawab diri kalian sendiri.
saat perang, tugas kami mendoakan, teman.
karena kami juga harus bertahan hidup.
bayangkan. bila kamu sudah berlatih menggolkan bola selama 4 bulan secara intensif mati-matian selama teman mu masih bersenang-senang. kamu bekerja keras memperebutkan kesempatan masuk klub nasional.
memang di klub mu kamu termasuk pemain paling handal. namun diluar sana banyak pemain yang lebih baik dari kamu, memperebutkan tiket masuk juga.
saat H - 2minggu, saat persiapanmu menuju titik klimaks, teman2mu panik ingin berusaha juga. kamu diminta untuk membantu. kamu sudah bantu sebisa kamu selama 2 minggu. hingga mengurangi jatah kamu untuk berlatih dan bersiap.
saat hari H seleksi, kamu dipaksa untuk mengoper bola ke teman-temanmu.
membagi bola ke setiap mereka yang kesulitan dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. atau kamu dianggap egois.
apa yang terjadi?
kamu tidak fokus.
kamu tidak maksimal.
usahamu yang 4 bulan,
target yang ingin kamu capai,
doa yang kamu panjatkan tiap malam,
puasa sunnah yang kamu usahakan,
akhirnya dikacaukan gara-gara teman-temanmu yang tidak siap dan menuntut kamu untuk memback up mereka sebagai tuntutan moral kalo kamu masih 'teman'.
kalau nanti kamu tidak terpilih,
mau marah ke siapa?
yang ketiga.
bocoran.
setelah kamu kerja keras selama 4 bulan lebih,
setiap tim hanya diambil 2 pemain.
kamu berusaha menjadi yang terbaik.
apa perasaanmu kalau ada temanmu sendiri mencurangimu.
membeli mahal-mahal lembar penilaian juri sebelum diujikan
sehingga dia tahu, aspek apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ia tampilkan sebagai jawaban dari tuntutan soal juri. ia berusaha sempurna sesuai aspek.
sementara kamu, mempelajari semua aspek mati-matian dan kadang di beberapa aspek belum sempurna.
rasanya gimana?
4 bulan usaha keras, pengabdian diri, kalah sama yang bagi-bagi kode via sms di pagi hari sebelum ujian?
apakah kamu masih bersedia dipanggil munafik?
apakah kamu masih bersedia disebut pelit dan egois?
apa kamu nggak berhak muncul sedikit EMOSI dalam situasi kaya gitu?
kami tidak mencela anda, teman.
tidak sama sekali.
kami hargai keputusan kalian.
kami terima cercaan kalian.
kita satu warga.
tolong lihat sudut pandang sebagai pemain disini, teman. jangan sebegitu dangkal kami diposisikan sebagai lawan yang harus kalian tentang.
kami telah introspeksi. dan tak segan kami minta maaf atas kelugasan yang kami beri.
salam hormat.
label:
school
