UUD RI 1945
Pasal 34
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.begitukah?
cuma begitu saja kah undang-undang?
apa dasar negara sudah beralih fungsi?
bukan dipandang sebagai pondasi, melainkan hanya seonggok besi.
tertutup karat yang menjalar.
kembali ke DPR.
berkoar sok profesional 1,6 T untuk gedung
saat email saja tidak punya.
bersikeras 811 Jt untuk kunjungan
saat teleconference dapat dengan mudahnya disediakan.
rasanya saya pengen mereka sehari saja ditukar hidupnya dengan ibu tua penjual opak, bapak penjual pepes, kakek - kakek penjual keranjang kayu dan sapu ijuk.
mereka bekerja siang malam, jalan dari rumah ke rumah, terik tanpa perlindungan mobil mewah dengan AC dan kaca SUV nya.
mereka bekerja banting tulang cuma buat sesuap nasi.
seribu rupiah bagi mereka itu anugerah.
coba tanya ke DPR, bagi mereka itu cuma sampah.
saya menangis bukan karena saya kasihan pada para pejuang kecil-kecilan itu,
saya kasihan pada anggota DPR.
saya kasihan, otak dan nurani yang memuliakan mereka di atas binatang ternyata belum dapat mereka gunakan.
bapak ibu DPR,
811 juta yang barusan anda buang cuma untuk ke australia dan menjawab pertanyaan dengan "komisi delapan at yahoo dot com" beserta jawaban lain yang diputar-putar dan belanja selama seminggu,
811 juta itu bila anda bagikan ke penduduk pra-sejahtera,
1. ratusan ribu keluarga di luar sana bisa sarapan dengan layak selama seminggu.
2. ribuan anak bisa membayar tagihan SPP yang belum dilunasi selama berminggu-minggu
3. pembangunan jalan yang rusak yang macet hingga 30km bisa diperbaiki dalam seminggu.
4. ratusan pasien yang tak mampu bayar obat bisa rawat inap selama seminggu.
5. jutaan hal lain yang jauh lebih penting dari kunjungan.
bapak bayangkan yang bisa diperbuat setiap kali bapak ibu mengajak keluarga berlibur sambil 'kerja' di luar negeri.
bapak coba keliling kompleks perumahan bapak. lihat betapa mewah dan palsunya kehidupan anda.
lalu bapak coba jalan sedikit jauh ke jalanan.
lihat di sekitar bapak. saya jamin pasti bapak menemukan orang yang jauh lebih membutuhkan uang itu.
bapak, saya masih ingin percaya sebagian dari anda belum menjadi binatang.
saya masih percaya anda-anda bisa mempertahankan Dewan untuk tidak menjadi Hewan
saya masih ingin percaya DPR adalah Perwakilan Rakyat bukan Penipu atau Penyengsara Rakyat
saya mohon, demi pertanggung jawaban bapak ibu terhadap sumpah yang bapak ibu ikrarkan,
PINDAHKAN KACAMATA HIDUP BAPAK IBU.lihat KAMI. RAKYAT ANDA.
jangan lihat UANG.
jangan sok penting mengurusi urusan yang HEBAT-HEBAT saja.
LIHAT KEMARI PAK, BU.
lihat tangan yang menengadah
lihat peluh para pejuang kecil yang bertahan hidup
lihat beban yang mereka pikul di urat nadi tubuh mereka
lihat mereka yang lapar akan penghidupan yang layak
lihat mereka yang haus akan keadilan
lihat mereka yang bermimpi akan kesejahteraan.
pak, bu.
jangan jadi binatang.
nanti menyesal.